BENGKALIS – Sebagai wujud nyata komitmen berbenah secara berkelanjutan, Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bengkalis menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik sekaligus peluncuran tahap awal aplikasi Sinonamuda (Sistem Non Angkutan Multimoda) pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat sinergi serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Bengkalis maupun Kepulauan Meranti.
Forum tersebut dihadiri jajaran instansi terkait antara lain Dinas Perdagangan dan Perindustrian kedua kabupaten, Kantor Imigrasi, Dinas Perhubungan, Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Bea Cukai Kepulauan Meranti, pelaku usaha ekspor-impor, serta pejabat di lingkungan Bea Cukai Bengkalis.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Bengkalis, Novryansyah, menegaskan kegiatan ini merupakan wadah terbuka untuk menampung segala saran dan masukan. “Kami terus berusaha memperbaiki diri: dari yang kurang baik menjadi baik, dan yang sudah baik menjadi lebih baik. Kolaborasi antarinstansi sangat penting mengingat posisi kita di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai serta Dukungan Teknis, Dian Eka Saputra, menjelaskan bahwa dari 15 jenis layanan yang tersedia, lima yang paling sering digunakan yaitu pendaftaran IMEI, izin muat barang ekspor, perbaikan data PEB, izin bongkar barang impor, serta izin penimbunan sementara. Khusus pendaftaran IMEI tidak dipungut biaya apabila nilai perangkat di bawah 500 dolar AS.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis Zulpan mengusulkan pembukaan enam pelabuhan pintu masuk impor, masing-masing dua di Pulau Bengkalis, Kecamatan Bukit Batu, dan Kecamatan Rupat. Harapannya, arus barang semakin lancar dan pertumbuhan ekonomi daerah semakin meningkat. Bea Cukai Bengkalis berkomitmen mewujudkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel demi mendukung perdagangan serta investasi.
Sumber : RRI.CO.ID
Editor : Redaksi Media 3k3 Group








