Bengkalis — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis mulai melaksanakan pemetaan menyeluruh terhadap 98 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah hukumnya. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Kejaksaan Agung Republik Indonesia, guna memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan tepat sasaran, Selasa (23/06/2026).
Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis, Wahyu Ibrahim, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara komprehensif, tidak hanya terbatas pada aspek administrasi, tetapi juga mencakup aspek kualitas dan keamanan pangan. Ia menyebutkan bahwa jumlah dapur SPPG di wilayah Bengkalis terus bertambah dan tersebar luas, sehingga pengawasan terpadu menjadi sangat diperlukan.
“Kami ingin memastikan seluruh tahapan penyaluran MBG sesuai standar dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah. Mulai dari kualitas bahan baku, cara pengolahan, kebersihan dapur, hingga sistem distribusinya. Jangan sampai program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat ini justru menimbulkan risiko, seperti kasus keracunan atau penyimpangan lainnya,” ujar Wahyu saat dihubungi, Selasa siang.
Saat ini, tim Kejari Bengkalis masih berada pada tahap identifikasi dan pendataan rinci terhadap seluruh dapur SPPG yang ada. Setelah data dinyatakan lengkap, akurat, dan valid, pihaknya akan segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan serta pemantauan rutin.
“Setelah pemetaan selesai dan datanya jelas, kami akan lakukan pengecekan langsung ke lokasi. Pengawasan ini akan berjalan terus-menerus agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” jelasnya.
Selain pengawasan dari pihak internal, Kejari Bengkalis juga membuka ruang partisipasi aktif dari masyarakat. Warga diajak untuk ikut mengawasi jalannya program dan diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan anggaran, penurunan mutu makanan, atau ketidaksesuaian dalam proses penyaluran.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Jika ada hal yang mencurigakan atau menyimpang, silakan sampaikan kepada kami atau pihak berwenang lainnya. Kami akan menindaklanjuti setiap laporan sesuai aturan hukum yang berlaku,” pungkas Wahyu.
Dengan adanya pengawasan yang ketat dan terpadu, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara efektif, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta terhindar dari segala bentuk penyimpangan.
Editor : Redaksi Media 3k3 Group








